Selasa, 06 Mei 2008

HRD ARTICLE

JUAL PESONA SAAT WAWANCARA.

BY : MOHAMAD ABDUH.

Melamar pekerjaan sama halnya dengan maju ke medan perang. Pelamar harus memiliki strategi jitu untuk menjadi pemenang. Pelamar harus memiliki startegi jitu untuk menjadi pemenang dan mendapatkan pekerjaan idaman. Bagi anda yang saat ini sedang sibuk mencari peluang dan kesempatan kerja, ayo buatlah strategi terbaik agar menjadi pemenang!.

Strategi pertama yang harus anda lakukan sebelum melamar pekerjaan adalah memfokuskan perhatian ‘hanya’ pada pekerjaan yang di inginkan. Jadi, setiap membaca lowongan pekerjaan, jangan langsung memasukkan lamaran pekerjaan. Ajukan beberapa pertanyaan penting pada diri sendiri. Apakah pekerjaan itu memang yang anda inginkan?, Apakah anda cukup menguasai pekerjaan yang di tawarkan?, Mampukah Anda melaksanakan pekerjaan tersebut sesuai dengan standard perusahaan yang akan di lamar?.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, jujurlah menilai diri sendiri. Bila jawaban anda positif, silahkan melamar pekerjaan tersebut. Namun, bila tidak, jangan melamar pekerjaan tersebut agar terhindar dari lamaran yang sia-sia. Paling tidak, jika lolos seleksi, nantinya anda tidak akan banyak menemukan kesulitan.

Setiap kali membaca lowongan pekerjaan, baik di surat kaabr atau internet, selalu miliki siakp hati-hati dan waspada. Jangan pernah mudah terjebak oleh iklan yang memberikan hal-hal yang muluk-muluk dan bombastis. Kalo bisa, anda mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan lowongan pekerjaan tersebut dan tentang perusahaan tersebut.

Jika sudah merasa memiliki cukup informasi tentang peluang kerja yang ada, kirimkan lamaran anda. Nah, kalau anda dipanggil untuk wawancara, inilah saatnya anda maju ke medan perang. Persiapkan diri anda sebaik mungkin, Pelajrilah semua informasi yang ada hubungannya dengan perusahaan, serta pekerjaan yang disodorkan oleh pewawancara saat wawancara berlangsung.

Oh iya satu hal yang gak boleh dilupakan oleh anda saat wawancara yaitu jual pesona tapi jangan terlalu berlebihan yah, anggap aja deh ruangan wawancara sebagai arena untuk mempertontonkan kehebatan dan kemampuan atau segala apa saja yang bisa anda lakukan. Eksploitasikan saja secara optimal semua keahlian, kemampuan atau semua apa saja yang anda bisa lakukan dengan cara berbicara yang meyakinkan dengan menggunakan kecerdasan anda dalam berbicara yang baik pada saat anda wawancara. Namun, saya ingatkan pada anda jangan sampe terlalu berlebihan yah, nanti anda dibilang sok pamer sama yang mewawancarai anda. Tunjukkan pula kesan professional dan berwibawa, buatlah si pewawancara merasa berkesan positif dan senang dengan semua jawaban anda. Hal yang mesti diingat sama anda, kesan positif dan simpati dari pewawancara merupakan hal yang sangat penting deh yang mempengaruhi keputusan selanjutnya dari pewawancara terhadap anda.

Setelah melakukan wawancara, tunggulah kabar selanjutnya dengan tenang. Bersiaplah untuk dua kemungkinan yang akan terjadi: diterima atau tidak diterima. Jika anda diterima, tunjukkan kegembiraan dengan wajar dan jangan terlalu meluap-luap. Jangan lupa yah ucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada anda.

Selanjutnya, jika anda mulai menandatangani perjanjian kerja, simaklah surat perjanjian tersebut dengan cermat. Jangan langsung menandatangani surat tersebut bila anda ragu. Jangan ragu menanyakan hal-hal dalam surat tersebut yang tidak anda mengerti. Jika anda sudah merasa yakin, silahkan anda menandatangani surat tersebut.

Namun, jika anda tidak diterima, tidak perlu kecewa secara berlebihan. Sekalipun tidak diterima di perusahaan tersebut, anda masih mempunyai kesempatan di tempat lain. Selamat bertempur!.

ABOUT AUTHOR: Penulis saat ini bekerja pada salah satu perusahaan Multi Nasional Company yang bergerak pada bidang bisnis pabrik automotif bekerja sebagai staff SDM yang mengurusi masalah gaji pegawai.

e-businessandhrm.blogspot.com

Tidak ada komentar: